Senin, 16 Maret 2015

PKM AI lolos Ditjen Dikti

Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah
Proposal ini pernah lolos Ditjen Dikti


PEMBELAJARAN AKSARA JAWA
MELALUI METODE IQRO’
Bisri Nuryadi, Khoirul Bariyyah N., Amelia Nurul Azizah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl. Letjen Sujono Humardani No.1, Sukoharjo 57521.


PENDAHULUAN

Dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.895.5/01/2005 dinyatakan kurikulum mata pelajaran bahasa Jawa wajib dilaksanakan disemua jenjang sekolah di Provinsi Jawa Tengah mulai tahun ajaran 2005/2006 untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB dan SMA/ SMK/MA/SMALB baik sekolah negeri maupun swasta. Kurikulum tersebut ditetapkan dan diberlakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Tengah, terutama dalam upaya penanaman nilai-nilai budi pekerti dan sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya bangsa (1).
Berkaitan dengan hal tersebut, saat ini banyak ditemui siswa yang merasa kesulitan belajar bahasa Jawa, terutama dalam hal pelajaran aksara Jawa. Berdasar hasil data yang kami kumpulkan disalah satu Sekolah Dasar di tengah-tengah ibu kota Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di SD Negeri 02 Jombor, kelurahan Jombor, kecamatan Bendosari, kabupaten Sukoharjo. Ditemukan nilai rata-rata mata pelajaran bahasa Jawa adalah sebagai berikut: kelas I:6,5 ; kelas II:6,8 ; kelas III: 6,8 ; kelas IV:6,8 ; kelas V:6,5 dan kelas V:6,5. Nilai tersebut salah satunya didukung oleh sub mata pelajaran aksara Jawa.
Aksara Jawa adalah salah satu budaya adi luhung (tinggi keluhurannya) yang berupa sistem tanda grafis yang disebut aksara. Salah satu aksara yang hingga kini masih digunakan ialah aksara jawa (2). Bentuk aksara dan seni pembuatannya-pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Secara politis, pelestarian itu bertujuan untuk memfungsikan kembali aksara jawa dalam dunia baca tulis seperti yang ditekankan dalam keputusan Kongres Bahasa Jawa l bahwa huruf jawa harus dperkenalkan kepada para peserta didik (2). Tetapi dibalik itu semua banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk mempelajari aksara jawa. Bahkan hampir semua orang Jawa mengalami kesulitan membaca dan menulis huruf Jawa. Akibatnya berkembang rumor yang menyatakan orang Jawa sendiri tidak dapat membaca dan menulis huruf Jawa, apalagi orang lain (3).
Atas dasar itu perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut berupa pemanfaatkan media pembelajaran yang tepat.  Media Pembelajaran merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang berisi tujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (4).
Maka solusinya melalui sebuah proses pembelajaran aksara Jawa yang praktis dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak, seperti halnya belajar iqro’ (huruf Arab), karena keduanya mempunyai karakter yang sama yaitu tanda grafis berbentuk huruf selain huruf latin. Pelaksanaan kegiatan ini terkesan sangat sederhana, tapi justru dari kesederhanaan itulah metode ini efektif (5). Pembelajaran ini menggunakan tingkatan jilid, Jilid-jilid tersebut disusun berdasarkan urutan dan tertib materi yang harus dilalui secara bertahap oleh masing-masing anak, sehinnga jilid 2 adalah kelanjutan jilid 1, jilid 3 adalah merupakan kelanjutan jilid 2, demikian seterusnya sampai selesai jilid 6 (6). Metode belajar Iqro’ yang diterapkan pada proses belajar aksara jawa atau disebut “Iqro Jawa” terdiri dari empat jilid dengan susunan aksara Jawa yang tersusun dari jilid I, II, III dan IV.


Untuk melanjutkan silahkan Klik bagian-bagian Proposal di bawah ini!

Jika muncul ad.fly bergambar tawon madu, harap tunggu sebentar
lalu klik "skip Ad" di kiri pojok atas. 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar