Proposal ini pernah lolos Ditjen Dikti
PEMBELAJARAN AKSARA JAWA
MELALUI METODE IQRO’
Bisri Nuryadi, Khoirul Bariyyah N., Amelia Nurul Azizah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl. Letjen Sujono Humardani No.1, Sukoharjo 57521.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari kegiatan dapat terlihat pada tingkat
kelulusan setiap jilid, seperti tabel berikut ini :
Tabel
3. Target dan
Realisasi Kelulusan
Jilid
|
Target
|
Realisasi
|
||
Persentase
|
Siswa
|
Persentase
|
Siswa
|
|
I
|
100%
|
38 siswa
|
94,5%
|
35 siswa
|
II
|
80%
|
30 siswa
|
78,3%
|
29 siswa
|
III
|
60%
|
22 siswa
|
54%
|
20 siswa
|
IV
|
40%
|
14 siswa
|
27%
|
10 siswa
|
Antara
target dan realisasi hanya berselisih beberapa persen saja. Untuk tingkatan
jilid 2 jumlah realisasi lebih banyak dibandingkan dengan target, dengan
selisih 3 siswa atau 6,8%. Dari data tersebut. Presentase jilid 1 sangat tinggi
bila dibandingkan dengan jilid 2,3 dan 4. Serta cenderung mengalami penurunan
persentase. Walaupun tingkat persentase kelulusan mengalami penurunan akan
tetapi perbedaan target dan realisasi sangat tipis. Dengan itu, siswa kelas 5
dan 6 bisa mendongkrak nilai pelajaran bahasa Jawa yang dikarenakan peningkatan
akademik sub bab aksara Jawa.
Untuk penulisan jilid 3 dan 4, akan dilakukan perbaikan dan dengan itu
siswa akan lebih mudah untuk mempelajari pada jilid 3 dan 4 dan akan memperoleh
nilai yang lebih tinggi.
Untuk
mengetahui nilai rata-rata perbandingan antara pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel
4. Hasil Nilai Pre-test dan Post-test
Jumlah
Peserta
|
Nilai
Pre test
|
Jilid
|
Nilai
Post test
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
Laki-laki
(22)
|
48,70
|
185,15
|
150
|
84,40
|
49
|
174,10
|
Perempuan(16)
|
35,70
|
130,55
|
119,85
|
89,70
|
42,25
|
125,40
|
Rata-rata
|
2,22
|
8,30
|
7,80
|
4,58
|
2,40
|
7,17
|
Perbandingan nilai rata-rata antara nilai pre-test
dan post-test sangat meningkat tajam,
yaitu dari nilai pre-test 2,22
meningkat meningkat menjadi 7,17. hasil peningkatan itu dikarenakan adanya
kemudahan mempelajari aksara jawa
yang menggunakan metode iqro’. Menurut (9),
Seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan diakhiri dari aktivitasnya itu
telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan pelikan pengalaman baru, maka
individu itu dikatakan telah belajar. Perubahan itu bermula dari kemampuan-kemampuan
yang lebih rendah pada kondisi prabelajar, meningkat pada kemampuan-kemampuan
yang lebih tinggi. Proses ini merupakan suatu proses yang dinamis, dimana siswa
melalui keaktifannya akan dapat secara terus menerus mengembangkan kemampuan
dan kepekaannya untuk mencapai tingkatan-tingkatan kemampuan serta kepekaan
yang lebih tinggi melalui proses belajar yang dilakukan (10). Dalam sistem pembelajaranya menggunakan pendekatan personal
bukan klasikal, Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 2. Proses Bimbingan Belajar
Sementara tidak dapat menampilkan
Dengan pendekatan personal maka untuk penanganan terhadap siswa lebih
fokus. Sesuai dengan pendapat (11), yang menyatakan bahwa dalam pendekatan personal / individual setiap anak didik
belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.
Untuk melanjutkan silahkan Klik bagian-bagian Proposal di bawah ini!
Jika muncul ad.fly bergambar tawon madu, harap tunggu sebentar
lalu klik "skip Ad" di kiri pojok atas.
Jika muncul ad.fly bergambar tawon madu, harap tunggu sebentar
lalu klik "skip Ad" di kiri pojok atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar