Senin, 16 Maret 2015

Contoh Hasil dan Pembahasan dalam proposal lolos PKM-AI Ditjen Dikti

Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah
Proposal ini pernah lolos Ditjen Dikti


PEMBELAJARAN AKSARA JAWA
MELALUI METODE IQRO’
Bisri Nuryadi, Khoirul Bariyyah N., Amelia Nurul Azizah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl. Letjen Sujono Humardani No.1, Sukoharjo 57521.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari kegiatan dapat terlihat pada tingkat kelulusan setiap jilid, seperti tabel berikut ini :

Tabel 3. Target dan Realisasi Kelulusan
Jilid

Target
Realisasi
Persentase
Siswa
Persentase
Siswa
I
100%
38 siswa
94,5%
35 siswa
II
80%
30 siswa
78,3%
29 siswa
III
60%
22 siswa
54%
20 siswa
IV
40%
14 siswa
27%
10 siswa
                
Antara target dan realisasi hanya berselisih beberapa persen saja. Untuk tingkatan jilid 2 jumlah realisasi lebih banyak dibandingkan dengan target, dengan selisih 3 siswa atau 6,8%. Dari data tersebut. Presentase jilid 1 sangat tinggi bila dibandingkan dengan jilid 2,3 dan 4. Serta cenderung mengalami penurunan persentase. Walaupun tingkat persentase kelulusan mengalami penurunan akan tetapi perbedaan target dan realisasi sangat tipis. Dengan itu, siswa kelas 5 dan 6 bisa mendongkrak nilai pelajaran bahasa Jawa yang dikarenakan peningkatan akademik sub bab aksara  Jawa.  Untuk penulisan jilid 3 dan 4, akan dilakukan perbaikan dan dengan itu siswa akan lebih mudah untuk mempelajari pada jilid 3 dan 4 dan akan memperoleh nilai yang lebih tinggi.
Untuk mengetahui nilai rata-rata perbandingan antara pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4. Hasil Nilai Pre-test dan Post-test
Jumlah
Peserta
Nilai
Pre test
Jilid
Nilai
Post test
1
2
3
4
Laki-laki (22)
48,70
185,15
150
84,40
49
174,10
Perempuan(16)
35,70
130,55
119,85
89,70
42,25
125,40
Rata-rata
2,22
8,30
7,80
4,58
2,40
7,17

Perbandingan nilai rata-rata antara nilai pre-test dan post-test sangat meningkat tajam, yaitu dari nilai pre-test 2,22 meningkat meningkat menjadi 7,17. hasil peningkatan itu dikarenakan adanya kemudahan mempelajari aksara jawa yang menggunakan metode iqro’. Menurut (9), Seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan diakhiri dari aktivitasnya itu telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan pelikan pengalaman baru, maka individu itu dikatakan telah belajar. Perubahan itu bermula dari kemampuan-kemampuan yang lebih rendah pada kondisi prabelajar, meningkat pada kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi. Proses ini merupakan suatu proses yang dinamis, dimana siswa melalui keaktifannya akan dapat secara terus menerus mengembangkan kemampuan dan kepekaannya untuk mencapai tingkatan-tingkatan kemampuan serta kepekaan yang lebih tinggi melalui proses belajar yang dilakukan (10). Dalam sistem pembelajaranya menggunakan pendekatan personal bukan klasikal, Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 2. Proses Bimbingan Belajar
Sementara tidak dapat menampilkan      


Dengan pendekatan personal maka untuk penanganan terhadap siswa lebih fokus. Sesuai dengan pendapat (11), yang menyatakan bahwa dalam pendekatan personal / individual setiap anak didik belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. 



Untuk melanjutkan silahkan Klik bagian-bagian Proposal di bawah ini!

Jika muncul ad.fly bergambar tawon madu, harap tunggu sebentar
lalu klik "skip Ad" di kiri pojok atas. 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar