GAGASAN
Penulis adalah mahasiswa
program studi Pendidikan Bahasa Jawa Univet Bantara Sukoharjo. Oleh karena itu,
setelah wisuda banyak mahasiswa yang melamar menjadi guru bahasa Jawa. seperti
penulis disini, dalam kuliah keseharian, mata kuliah yang kami tempuh selalu
berurusan dengan materi bahasa Jawa, termasuk materi geguritan.
Dari
hasil diskusi antara dosen dan mahasiswa, ditemukan masalah yang mungkin bagi
penulis adalah masalah yang serius. Masalah itu adalah kelangkaan buku bacaan
kumpulan geguritan untuk siswa SD. Setelah penulis melakukan observasi di
beberapa perpustakaan SD sekitar kampus, ternyata fakta itu benar adanya. Maka sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa
Jawa, penulis mempunyai gagasan untuk menerbitkan buku antologi geguritan untuk
siswa SD.
Berdasarkan
tinjauan di lapangan, yaitu di SD, penulis menemukan solusi bagi guru pengajar
bahasa Jawa di SD, yaitu ketika materi membaca geguritan maka guru akan menyuruh
siswa untuk membuka LKS(Lembar Kerja Siswa) atau buku materi. Namun, kekurangan
dari buku dan modul itu hanya berisi beberapa geguritan saja dan sangat
terbatas. Penulis menyadari bahwa jumlah geguritan yang terbatas itu memang
hanya untuk mengisi materi yang bersangkutan saja. Dengan kondisi yang seperti
itu, para siswa mungkin akan dikerdilkan dengan bacaan geguritan yang itu-itu
saja. Padahal bacaan geguritan untuk bocah adalah bacaan yang tidak terbatas
mengenai aspek kehidupan, contohnya mengenai keindahan alam, kekuasaan Tuhan,
bencana alam, kejujuran, toleransi, hormat kepada orang tua dan masih banyak
lagi. Seperti kita temui dalam puisi-puisi berbahasa Indonesia.
Penulis
yakin, sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jawa akan mampu
menulis kumpulan geguritan bocah itu. Untuk memenuhi target penulisan, penulis
juga akan mengundang para dosen bahasa Jawa, kakak tingkat, alumnus dan
beberapa guru bahasa Jawa untuk ikut berpartisipasi dalam penulisan buku
antalogi geguritan bocah sebagai gagasan penulis.
Karena
gagasan ini merupakan penerbitan
buku geguritan bocah, maka akan melibatkan berbagai pihak dari Sekolah Dasar, yaitu Kepala sekolah sebagai penanggung jawab, Guru pengajar Bahasa Jawa sebagai perantara siswa, siswa sebagai pembaca dan petugas
perpustakaan sebagai pengawas buku di perpustakaan.
Langkah yang akan ditempuh demi terwujudnya buku
antalogi geguritan bocah ini, untuk pertama kalinya adalah menulis geguritan
itu sendiri. Sesuai keterangan diatas, penulisan akan dibantu oleh para
dosen bahasa Jawa, kakak tingkat, alumnus dan beberapa guru bahasa Jawadengan
memberitahukan sebelumnya. Setelah selesai ditulis dan diedit oleh dosen yang
kami tunjuk, maka naskah siap untuk dicetak. Untuk langkah berikutnya adalah
mensosialisasikan keberbagai perpustakaan SD yang kami tunjuk.
Untuk mendapatkan proposal yang lebih lengkap, Klik bagian-bagian proposal di bawah ini!
Jika muncul Ad.Fly bergambar tawon madu, tunggu sebentar lalu klik Skip Ad pojok kanan atas. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar