Minggu, 05 April 2015

Contoh proposal GT bidang olahraga dan pendidikan. karate dan bahasa inggris

RINGKASAN

Keberadaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, menjadikan pendidikan di indonesia mulai dari taman bermain sampai dengan universitas memiliki kurikulum pelajaran bahasa Inggris. Ini dilakukan agar sumber daya manusia Indonesia dapat ikut andil dalam globalisasi dunia. , saat ini tidak sedikit siswa sekolah mengalami kesulitan untuk belajar bahasa inggris, tidak terkecuali dengan SD ..... yang terletak di Wonogiri.......  Salah satu faktor penunjang untuk bisa berbahasa inggris adalah dengan mempunyai pembendaharaan vocabulary yang cukup. Karena vocabulary adalah kunci untuk menguasai bahasa inggris.
Anak yang tidak bisa atau susah dalam memahami suatu bidang ilmu tertentu bukan berarti dia adalah anak yang bodoh. “Tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa mempunyai gaya belajar masing-masing yang juga selalu berubah. Informasi akan masuk ke dalam otak siswa dan tidak akan terlupakan seumur hidup apabila informasi tersebut ditangkap berdasarkan gaya belajar siswa tersebut.” (Munif chatib : 2011)
Berdasarkan tinjauan di SD ...... 45% siswanya memiliki Tipe Belajar Kinestetik. Anak tipe ini sering bergerak dan akan lebih senang bila berada diluar kelas, semisal pada jam pelajaran olahraga. Atas dasar itu perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut berupa pemanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Maka solusinya melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak Tipe Belajar Kinestetik, yaitu dengan menghafal secara berulang-ulang dengan bentuk gerakan karate
Tujuan PKM-GT yaitu untuk meningkatkan nilai mata pelajaran bahasa inggris di sekolah melalui penghafalan vocabulary.
Gagasan yang diajukan dalam PKM-GT ini adalah Metode pembelajaran PAIKEM GEMBROT dimana gagasan ini menghafalkan vocabulary inggris dengan cara berulang-ulang dan di bumbuhi dengan gerakan karate. Sebagai contah : gerakan memukul, tangan kanan memukul sambil mengucapkan kata ”semut” lalu disusul dengan tangan kiri yang juga posisi memukul sambil mengucapkan kata “ant”. pukulan serta ucapan diulangi berkali-kali, setelah itu kata”semut” diganti dengan nama hewan lainya. Begitu juga dengan gerakan menendang, Nama-nama  hewan bisa diganti dengan kata benda atau kata kerja yang lainya sesuai dengan tingkatan vocabulary anak didik. Metode inilah yang menjadi keunggulan dalam gagasan tertulis ini.
Rekomendasinya adalah menjadikan “karate-lish” sebagai kegiatan ekstrakurikuler tambahan di SD............. khususnya kelas 3, 4, 5 dan 6. Karena kelas ini dirasa cukup mampu untuk mengikuti gerakan karate beserta pengucapanya.



JUDUL :
Ekstrakurikuler Karate-Lish : Memperkuat Daya Ingat Anak Tipe Belajar Kinestetik Dalam Menghafal Vocabulary Inggris

PENDAHULUAN
Dengan keberadaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, menjadikan pendidikan di indonesia mulai dari taman bermain sampai dengan universitas memiliki kurikulum pelajaran bahasa Inggris. Ini dilakukan agar sumber daya manusia Indonesia dapat ikut andil dalam globalisasi dunia.(http://www.kerjatop.com/pentingnya-belajar-bahasa-inggris-sejak-dini.html). Ini menandakan bahwa bahasa sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa, karena sebuah bangsa tidak akan bisa lepas dari bahasa internasional.
Berdasarkan hal tersebut, saat ini tidak sedikit siswa sekolah mengalami kesulitan untuk belajar bahasa inggris, tidak terkecuali dengan SD ..... yang terletak di wonogiri.......  Salah satu faktor penunjang untuk bisa berbahasa inggris adalah dengan mempunyai pembendaharaan vocabulary yang cukup. Karena vocabulary adalah kunci untuk menguasai bahasa inggris. More Money You have, more things you can buy. More vocabulary you have, more things you can say”. Artinya, semakin banyak yang yang kita punya semakin banyak yang bisa kita beli, semakin banyak perbendaharaan kata yang kita punya semakin banyak pula yang dapat kita katakan” tentu yang dapat kita katakan dalam bahasa inggris.( http://bahasainggris.net/belajar).
Anak yang tidak bisa atau susah dalam memahami suatu bidang ilmu tertentu bukan berarti dia adalah anak yang bodoh. “Tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa mempunyai gaya belajar masing-masing yang juga selalu berubah. Informasi akan masuk ke dalam otak siswa dan tidak akan terlupakan seumur hidup apabila informasi tersebut ditangkap berdasarkan gaya belajar siswa tersebut.” (Munif chatib : 2011 )
Umar Puja Kesuma dalam artikel blognya menuliskan bahwa macam-macam Tipe Belajar anak dibagi menjadi 7, yaitu : Tipe Belajar Visual (melalui penglihatan visual ), Tipe Belajar Auditif (melalui alat pendengaran ), Tipe Belajar Kinestetik (melalui gerak dan sentuhan), Tipe Belajar Taktil (melalui alat peraba yaitu tangan atau kulit), Tipe Belajar Olfaktoris (melalui alat indra pencium), Tipe Belajar Gustative (melalui indra kecap / mencicipi), Tipe Belajar Kombinatif (melalui mata dan telinga).
Berdasarkan tinjauan di SD ...... 45% siswanya memiliki Tipe Belajar Kinestetik. Anak tipe ini sering bergerak dan akan lebih senang bila berada diluar kelas, semisal pada jam pelajaran olahraga. Jadi untuk menangani anak dengan Tipe Belajar Kinestetik ini, harus dengan melalui sebuah strategi pembelajaran yang tepat. “strategi adalah sesuatu yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran”( Hamdan ; 2010, yang disitasi dari Joni ; 1983  ).
 Strategi pembelajaran yang diterapkan tentunya harus aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot (paikem gembrot). Oleh karena itu, seorang guru harus bisa memodifikasi se-kreatif mungkin pelajaran yang diampunya., Paikem gembrot memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetisi diri berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.” (Depdiknas ; 2006, yang disitasi dari Lif khoiru ahmadi ; 2011).
Atas dasar itu perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut berupa pemanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi sebagai perantara atau penyampai isi berupa informasi pengetahuan berupa visual dan verbal untuk keperluan pengajaran. (syafirudin ; 2010)
Maka solusinya melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak Tipe Belajar Kinestetik, yaitu dengan menghafal secara berulang-ulang dengan bentuk gerakan karate.  Menurut teori psikologi daya belajar, metode pengulangan adalah metode yang melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang, seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan sempurna. Dalam proses belajar, semakin sering materi pelajaran diulangi maka semakin ingat dan melekat pelajaran itu dalam diri seseorang (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran)
Pada gerakan dalam karate-Lish ini, pukulan, tendangan, jurus serta hitungan akan menggunakan vocabulary inggris yang diulang-ulang. Sehingga anak-anak lebih cepat bisa menghafal vocabulary inggris. Bila siswa dapat menghafal vocabulary dengan mudah, maka akan bisa diprediksikan bahwa nilai pada pelajaran bahasa inggris di sekolah juga akan meningkat.

TUJUAN
Untuk meningkatkan nilai mata pelajaran bahasa inggris di sekolah melalui penghafalan vocabulary.

MANFAAT
1.      Badan menjadi sehat.
2.      Menambah perbendaharaan vocabulary bahasa inggris.
3.      Dapat membantu dalam  pelajaran bahasa inggris di sekolah.
4.      Dalam waktu yang bersamaan siswa bisa mempelajari 2 bidang ilmu sekaligus, yaitu karate dan bahasa inggris.
5.      Dapat menjadi agen perantara dalam pengajaran kepada orang disekelilingnya.
6.      Bisa dijadikan lahan usaha baru, yaitu membuka kursus “Karate-Lish”.
7.      Ikut Berpartisipasi dalam  rangka peningkatan prestasi olahraga, khusunya karate.

GAGASAN

Kondisi  Kekinian  Pencetus  Gagasan
Penulis adalah anggota perguruan beladiri karate Inkai. Karate, yaitu jenis beladiri yang berasal dari jepang, dimana nama-nama jurus, gerakan dan sesuatu yang berhubungan dengan karate menggunakan bahasa jepang. Sebagai contoh :
§  Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
§  Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
§  Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
§  Bunkai, yaitu aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.
§  Sensei yaitu guru/istruktur
§  Senpei yaitu kakak seperguruan, atau yang memiliki tingkat yang lebih tinggi.
§  Kohei yaitu adik seperguruan, atau yang memiliki tingkat yang lebih rendah.
§  Osh” yaitu penghormatan dalam karate yang berasal dari kata “oshinabu” yang berarti pantang menyerah.
§  Dojo yaitu tempat latihan
§  Karategi yaitu Pakaian karate
§  Obi, bo, nunchaku yaitu Ikat pinggang, tongkat dan ruyung
Tanpa disadari, penulis menjadi hafal kata-kata berbahasa jepang itu walaupun sebelumnya belum pernah sama sekali belajar bahasa jepang.
Berdasarkan fakta yang dialami oleh penulis tersebut, penulis mempunyai gagasan yaitu bahasa jepang yang digunakan dalam karate diganti dengan bahasa inggris, termasuk juga dengan hitungannya.

Solusi  Yang  Pernah  Ditawarkan  Sebelumnya
Berdasarkan tinjauan di lapangan, yaitu di SD    penulis menemukan solusi yang telah ditawarkan untuk mengatasi masalah kesulitan belajar bahasa inggris ini, yaitu Kursus bahasa inggris yang menggunakan metode konvensional, tetapi untuk anak-anak di SD…………. Kebanyakan tidak bisa mengikuti kursus bahasa inggris karena mengingat kondisi keluarga kebanyakan dari golongan menengah ke bawah serta SD ini terletak disebuah pedesaan.
Solusi di atas kurang bisa menjawab terhadap masalah yang dialami SD   ,Sedangkan konsep ini lebih efektif untuk dijadikan kegiatan ekstrakurikuler dan metodenya lebih mudah diterima oleh anak-anak untuk menghafalkan vocabulary karena menggunakan metode pembelajaran  pengulangan yang dibumbuhi dengan gerakan karate. Sehingga  siswa lebih teringat dalam memori ingatan.
Sebagai contoh : gerakan memukul, tangan kanan memukul sambil mengucapkan kata ”kucing” lalu disusul dengan tangan kiri yang juga posisi memukul sambil mengucapkan kata “cat”. pukulan serta ucapan itu diulangi berkali-kali, setelah itu kata”kucing” diganti dengan nama hewan lainya. Begitu juga dengan gerakan menendang, bila kaki kanan dengan menyebut kata “memberi” maka akan disusul dengan tendangan kaki kiri dengan mengucap kata “give”. nama-nama hewan bisa diganti dengan kata benda atau kata kerja yang lainya sesuai dengan tingkatan vocabulary anak didik. Metode inilah yang menjadi keunggulan dalam gagasan tertulis ini.
Karena gagasan ini merupakan metode pembelajaran, maka akan melibatkan berbagai pihak dari sekolah khususnya Sekolah Dasar    , yaitu Kepala sekolah sebagai penanggung jawab tempat pelaksanaan kegiatan,  guru pengajar bahasa inggris sebagai pengawas perkembangan anak di kelas dan peserta didik sebagai model pembelajaran. Untuk mencapai tujuan dari gagasan tertulis ini maka langkah-langkah strategis yang harus dilakukan yaitu menjadikan “karate-lish” sebagai kegiatan ekstrakurikuler tambahan di SD............. khususnya kelas 3, 4, 5 dan 6. Karena kelas ini dirasa mampu untuk mengikuti gerakan karate beserta pengucapanya.
  

KESIMPULAN
Gagasan yang diajukan dalam PKM-GT ini adalah Metode pembelajaran PAIKEM GEMBROT dimana gagasan ini menghafalkan vocabulary inggris dengan cara berulang-ulang dan di bumbuhi dengan gerakan karate. Sebagai contah : gerakan memukul, tangan kanan memukul sambil mengucapkan kata ”semut” lalu disusul dengan tangan kiri yang juga posisi memukul sambil mengucapkan kata “ant”. pukulan serta ucapan diulangi berkali-kali, setelah itu kata”semut” diganti dengan nama hewan lainya. Begitu juga dengan gerakan menendang, bila kaki kanan menendang dengan menyebut kata “lolos” maka akan disusul dengan tendangan kaki kiri dengan mengucap kata “slip off”. nama-nama hewan bisa diganti dengan kata benda atau kata kerja yang lainya sesuai dengan tingkatan vocabulary anak didik. Metode inilah yang menjadi keunggulan dalam gagasan tertulis ini.
Teknik implementasi yang akan dilakukan pada PKM-GT ini adalah menjadikan “karate-lish” sebagai kegiatan ekstrakurikuler tambahan di SD............. khususnya kelas 3, 4, 5 dan 6. Karena kelas ini dirasa mampu untuk mengikuti gerakan karate beserta pengucapanya.
Prediksi hasil yang akan diperoleh dari PKM-GT ini adalah Badan akan menjadi sehat karena karate adalah salah satu cabang olahraga, Menambah perbendaharaan vocabulary bahasa inggris, Dapat membantu dalam  pelajaran bahasa inggris di sekolah, Dalam waktu yang bersamaan siswa bisa mempelajari 2 bidang ilmu sekaligus, yaitu karate dan bahasa inggris, Dapat menjadi agen perantara dalam pengajaran kepada orang disekelilingnya, Bisa dijadikan lahan usaha baru, yaitu membuka kursus “Karate-Lish”, Ikut Berpartisipasi dalam  rangka peningkatan prestasi olahraga, khusunya karate.


Daftar  Pustaka 

1.    Hamdan. Strategi belajar mengajar. Pustaka setia bandung 2010.
2.    Lif khoiru ahmadi, sofan amri. Paikem gembrot. Mengembangkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Prestasi pustaka publisher 2011.
3.    Munif chatib. gurunya manusia.menjadikan semua anak istimewa dan semua anak juara. kaifa learning Jakarta, 2011.
4. Syafirudin. media pembelajaran. Diunduh dari http://www.syafir.com/2010/10/01/media-pembelajaran. Pada tanggal 1maret 2012.
6.  Tanpa nama penulis. Niat untuk bisa bahasa inggris. Diunduh dari http://bahasainggris.net/belajar. Pada tangal 25 januari 2012.
7.Tanpa nama penulis. Pentingnya belajar bahasa inggris sejak dini. Diunduh dari http://www.kerjatop.com/pentingnya-belajar-bahasa-inggris-sejak-dini. html. Pada tanggal  1maret 2012.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar