Minggu, 05 April 2015

Contoh PKM-Gagasan Tertulis bidang pendidikan dan kebudayaan

A.    JUDUL
Menghafal Tokoh Wayang Kulit dengan metode “Tebak Gambar Pengulangan Bertingkat”.


B.      LATARBELAKANG MASALAH
Dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 895.5/01/2005 dinyatakan kurikulum mata pelajaran bahasa Jawa wajib dilaksanakan disemua jenjang sekolah di Provinsi Jawa Tengah mulai tahun ajaran 2005/2006 untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB dan SMA/ SMK/MA/SMALB baik sekolah negeri maupun swasta. Kurikulum tersebut ditetapkan dan diberlakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Tengah, terutama dalam upaya penanaman nilai-nilai budi pekerti dan sebagai salah satu cara pelestarian dan pembinaan budaya bangsa, salah satunya bahasa Jawa. (Penyebar Semangat :2006).
Berkaitan dengan hal tersebut, saat ini banyak ditemui siswa yang merasa kesulitan belajar bahasa Jawa, , terutama dalam  sub Standar kompetensi  “apresiasi susastra Jawa dengan kompetensi dasar mengenal tokoh dalam cerita wayang.
Terlebih untuk beberapa sekolah yang terletak di daerah perkotaan. Berdasar hasil data yang kami kumpulkan disalah satu sekolah dasar di tengah-tengah ibu kota Kabupaten Sukoharjo, yang tepatnya di SD Negeri 02 Jombor, kelurahan Jombor, kecamatan Bendosari, kabupaten Sukoharjo ditemukan,  nilai rata-rata mata pelajaran bahasa Jawa adalah sebagai berikut: kelas I:6,5 ; kelas II:6,8 ; kelas III: 6,8 ;kelas IV: 6,8 ; kelas V: 6,5 dan kelas V:6,5. Nilai tersebut salah satunya didukung oleh sub mata pelajaran tokoh wayang,
Pada tahun 2003 wayang kulit diakui oleh badan dunia UNESCO sebagai “mahakarya seni tradisi lisan dan peninggalan budaya kemanusiaan yang adiluhung” dan dimasukkan dalam daftar Warisan Kebudayaan Dunia.
Dalam sub materi mengenal tokoh wayang, siswa sangat sulit menerima dan mampu menghafal beberapa tokoh wayang, ini sangat dirasakan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran. Banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam mempelajari tokoh wayang, diantaranya adalah metode pembelajaran tentang gambar tokoh wayang yang diterapkan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran bahasa Jawa sekarang ini hanya fokus kepada pengetahuan siswa (sekedar untuk tahu saja). padahal dalam belajar memahami tokoh wayang perlu adanya proses belajar khusus dan terprogram. Bila keadaan seperti ini tetap dibiarkan begitu saja, maka akan mempengaruhi nilai pada pelajaran bahasa jawa, karena Keberadaan tokoh wayang itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari pelajaran bahasa jawa. Dan hal tersebut sangat disayangkan bahwa generasi orang Jawa yang seharusnya menjadi tumpuan untuk pelestarian dan pembinaan budayanya sendiri, tetapi  fakta kondisi yang terjadi sangatlah memprihatinkan.
Berdasarkan data di atas jelas sekali bahwa nilai rata-rata bisa dikatakan sangat memprihatinkan karena SD tersebut terletak di salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berdekatan dengan Kraton Surakarta sebagai pusatnya budaya Jawa. Hal tersebut sangat disayangkan bahwa generasi orang Jawa yang seharusnya menjadi tumpuan untuk pelestarian dan pembinaan budayanya sendiri malah sangat memprihatinkan, dan generasi-generasi Jawa cenderung bersemangat untuk belajar budaya-budaya asing dan hal tersebut harus segera dicari solusinya demi lestarinya budaya bangsa.
Atas dasar itu perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut berupa pemanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Maka solusinya melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak, yaitu dengan menghafal secara berulang dan bertahap dengan bentuk tingkatan jilid yang dimulai dari yang termudah. Bila siswa dapat menghafal nama-nama tokoh wayang dengan mudah, maka akan bisa diprediksikan bahwa nilai pada pelajaran bahasa jawa juga akan meningkat.

C.    PERUMUSAN MASALAH
Yang menjadi permasalahan dalam kegiatan ini adalah mengatasi kesulitan belajar menghafal tokoh wayang kulit pada peserta didik tersebut. Maka dari itu perlu dimunculkannya metode baru dalam proses belajar menghafal tokoh wayang yaitu melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak, yaitu dengan menghafal secara berulang dan bertahap dengan bentuk tingkatan jilid yang dimulai dari yang termudah yang akan diberikan kepada siswa SD Negeri 02 Jombor  kelas 4 dan 5.



D.    TUJUAN
 kegiatan PKM-M ini memiliki tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran bahasa Jawa melalui peningkatan nilai pada sub materi “ mengenal tokoh dalam cerita wayang kulit”. Yang didukung dengan adanya buku Cara Praktis Menghafal Tokoh Wayang Kulit dengan metode “Tebak Gambar Pengulangan Bertingkat”.

E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini yaitu
1.      Penerbitan buku panduan Cara Praktis Menghafal Tokoh Wayang Kulit dengan metode “Tebak Gambar Pengulangan Bertingkat”. yang terdiri dari 3 jilid.
2.      Sertifikat bagi peserta yang telah lulus mengikuti bimbingan.
3.      Piagam penghargaan bagi peserta yang mendapatkan nilai tertinggi.

F.     KEGUNAAN
Kegunaan dari kegiatan PKM-M ini adalah :
1.      Siswa lebih mudah mempelajari tokoh wayang kulit tanpa harus merasa kesulitan.
2.      Dapat menjadi agen perantara dalam pengajaran kepada orang disekelilingnya.
3.      Dapat bermanfaat apabila menyaksikan pertunjukan wayang kulit  atau berkunjung pada situs-situs Jawa kuno seperti Kraton Jawa.
4.      Ikut berpartisipasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bahasa jawa sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 895.5/01/2005.
5.      Sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian dan pembinaan budaya bangsa salah satunya wayang kulit yang sudah diakui oleh UNESCO.

G.    GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
1.      Kondisi Masyarakat Sasaran
SD Negeri 02 Jombor yang terletak di tengah-tengah kabupaten Sukoharjo tepatnya di kelurahan Jombor kecamatan Bendosari kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sekolahan yang harus menerima keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 859.5/01/2005 untuk memasukan mata pelajaran bahasa Jawa sebagai mata pelajaran wajib( tidak disebut lagi muatan lokal) di SD tersebut.
SD Negeri 02 Jombor mempunyai jumlah siswa sebanyak 107 siswa, dengan perincian, kelas I sebanyak 18 siswa, kelas II sebanyak 20 siswa, kelas III sebanyak 19 siswa, kelas IV sebanyak 20 siswa, kelas V sebanyak 17 siswa dan kelas VI sebanyak 13, dengan guru yang berjumlah 12. Berdasar hasil data yang kami kumpulkan disalah nilai rata-rata mata pelajaran bahasa Jawa adalah sebagai berikut: kelas I:6,5 ; kelas II:6,8 ; kelas III: 6,8 ;kelas IV: 6,8 ; kelas V: 6,5 dan kelas V:6,5. Nilai tersebut salah satunya didukung oleh sub mata pelajaran aksara Jawa.
Banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam mempelajari tokoh wayang kulit, diantaranya: metode pembelajaran tokoh wayang kulit,yang diterapkan oleh guru mata pelajaran bahasa Jawa sekarang ini hanya fokus kepada pengetahuan siswa (sekedar tahu saja), jadi siswa tidak diharuskan mendalami tokoh wayang kulit tersebut secara khusus, padahal dalam belajar tokoh wayang kulit perlu adanya proses belajar khusus dan terprogram. Disamping itu faktor lain yang mempengaruhi kesulitan mempelajari aksara Jawa ialah waktu yang digunakan untuk mengajar sangat pendek dengan materi yang banyak.

2.      Solusi yang ditawarkan
Atas dasar permasalahan diatas perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut, yakni melalui sebuah proses pembelajaran wayang kulit,yang praktis dan mudah untuk diterapkan pada anak-anak, karena anak-anak dirasa lebih mudah untuk diberikan pembelajaran-pembelajaran tersebut, seperti halnya belajar iqro’ dalam huruf Arab, yaitu dengan menghafal secara bertahap dengan bentuk tingkatan jilid.
Pembelajaran wayang kulit tersebut menggunakan tingkatan sebanyak 3 jilid. Adapun pada jilid I, diambilkan dari materi SD, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari cerita mahabarata yang berjumlah 13 gambar. tokoh wayang tersebut adalah punakawan (semar,gareng petruk, bagong), pandawa 5 (puntadewa, Werkudara, janaka, nakula, sadewa), gathutkaca, kresna, dan tokoh kurawa (duryudana, karna). Sebagai contoh untuk halaman pertama hanya memuat 2 gambar tokoh wayang saja, yaitu semar dan gareng. Dengan perincian sebagai berikut; semar-gareng_Semar-gareng-semar_gareng-semar-gareng_semar-gareng-gareng_gareng-semar semar_ semar-gareng_semar-gareng.Untuk halaman berikutnya ditambahkan 1 gambar tokoh wayang dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya, begitu juga dengan halaman berikutnya.
Jilid II  diambilkan dari materi SMP, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang  dari jilid1, dan ditambah 10 gambar tokoh wayang yang baru. Tambahan tokoh wayang tersebut adalah pandhu dewanata, dewi kunthi, sengkuni, antareja, antasena, dan tokoh dari cerita Ramayana, yaitu anoman, rama, sinta, lesmana dan dasamuka. Untuk perincian metode, sama dengan jilid 1 yang menghafalkan tokoh wayang  Secara bertahap dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya.
Sedangkan jilid III diambilkan dari materi SMA/SMK, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang  dari jilid 1,2 dan ditambah tokoh wayang yang berjumlah 10 yaitu Bathara guru, Niwacakawaca, citraksa, citraksi, Narada, Kamajaya, Kamaratih, Batara kala, Ganesya, Dewaruci. (Gambar dapat dilihat di lampiran).

H.    METODE PELAKSANAAN
A.    Alur pelaksanaan kegiatan
 












I.   JADWAL KEGIATAN

B.     Skenario proses pembelajaran bimbingan
No
Kegiatan
Kegiatan tutor
Metode
waktu
1
Pra pembelajaran
Mengabsen siswa

5 menit
2
Pembukaan
Menyampaikan tujuan bimbingan
Ceramah 
10 menit
3
Kegiatan inti
Membimbing siswa secara bertahap dalam menghafal tokoh wayang.
Menebak gambar dalam buku panduan,
50 menit
4
Evaluasi
Memberikan tes kepada siswa.
Tes tebak gambar wayang
15 menit
5
Penutup
Memberikan motivasi dan nasehat
Ceramah
10 menit


J.  JADWAL KEGIATAN
Adapun jadwal kegiatan program bimbingan dapat dilihat dalam diagram Bar-Chart dibawah ini:
Kegiatan
Bulan ke
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
1.      Persiapan




















2.      Pelaksanaan




















a. Pelaksanaan Bimbingan




















b.Evaluasi




















3.      Penyusunan Laporan




















4.      Seminar




















5.      Penggandaan dan Pengiriman Laporan






















K.    RANCANGAN BIAYA
1.      Bahan Habis Pakai
No
Jenis Kebutuhan
Banyak
Harga Satuan
Jumlah
1
Konsumsi :



- siswa
- tutor
- pihak sekolah
50 orang x 24 pertemuan
@ Rp. 3.500,00
Rp. 4.200.000,00
2
Foto copy dan jilid modul :
50 eksemplar
@ Rp. 27.000,00
Rp. 1.350.000,00
4
Cetak buku/modul
120 halaman
@ Rp. 750,00
Rp. 90.000,00
5
warnet
3 tutor
@ Rp. 40.000,00
Rp. 120.000,00
6
ATK :



- Buku tulis
@1buah x37siswa
@Rp 3.000,00
Rp 111.000,00

- Bolpen
@1buah x37siswa
@Rp 2.000,00
Rp 74.000,00

- Pensil
@1buah x37siswa
@Rp 1.500,00
Rp 55.500,00

- Penghapus
@1buah x37siswa
@Rp 1.000,00
Rp 37.000,00

- Serutan pensil
@1buah x37siswa
@Rp 1.500,00
Rp 55.500,00

- White Board
3 buah
@Rp 250.000,00
Rp 750.000,00

- Spidol
12 buah
@Rp 7.500,00
Rp 90.000,00

-  Penghapus
3 buah
@Rp 7.500,00
Rp 22.500,00
7
Pembuatan surat keterangan belajar(sertifikat kelulusan)
@1buah x37siswa
@Rp 10.000,00
Rp 370.000,00
Jumlah
Rp. 7.325.500,00

2.      Peralatan Penunjang PKM-M
Jenis Kebutuhan
Banyak
Harga Satuan
Jumlah
Sewa kamera


Rp 200.000,00
Jumlah
Rp 200.000,00

3.      Perjalanan
Macam perjalanan
Keperluan
Jumlah orang
Satuan
Harga satuan
Jumlah harga
Lokal Sukoharjo
Persiapan
3 orang
3 kali
Rp15.000,00
Rp 135.000,00
Pelaksanaan bimbingan
3 orang
24 kali
Rp15.000,00
Rp 1.080.000,00
Jumlah
Rp 1.215.000,00

4.      Lain-Lain
No
Jenis kegiatan
Satuan
Harga satuan
Jumlah harga
1
Pembuatan laporan
15 eksemplar
Rp 25.000,00
Rp 375.000,00
2
Rapat/diskusi
5 kali
Rp 30.000,00
Rp 150.000,00
3
Seminar
1 kali

Rp 250.000,00
4
Publikasi
1 judul
Rp 200.000,00
Rp 200.000,00
Jumlah
Rp 975.000,00

Rekapitulasi Rincian Biaya Penelitian:
1. Bahan Habis pakai                                Rp.      7.325.500,00
2. Peralatan Penunjang PKM-M               Rp          200.000,00
3. Perjalanan                                              Rp.       1.215.000,00
4. Lain-lain                                                Rp.          975.000,00 +
                              Total                           Rp.       9.715.000,00
Total biaya yaitu Sembilan juta tujuh ratus lima belas ribu lima ratus rupiah.


L.     Lampiran 1
BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK
2) BIODATA DOSEN PENDAMPING
3) LAIN-LAIN

Lampiran 2
Gambaran Teknologi yang diterapkan
Pembelajaran wayang kulit ini menggunakan tingkatan sebanyak 3 jilid. Adapun pada jilid I, diambilkan dari materi SD, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari cerita mahabarata yang berjumlah 13 gambar. tokoh wayang tersebut adalah punakawan (semar,gareng petruk, bagong), pandawa 5 (puntadewa, Werkudara, janaka, nakula, sadewa), gathutkaca, kresna, dan tokoh kurawa (duryudana, karna). Sebagai contoh untuk halaman pertama hanya memuat 2 gambar tokoh wayang saja, yaitu semar dan gareng. Dengan perincian sebagai berikut; semar-gareng_Semar-gareng-semar_gareng-semar-gareng_ semar-gareng-gareng_gareng-semar-semar_semar-gareng_semar-gareng.Untuk halaman berikutnya ditambahkan 1 gambar tokoh wayang dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya, begitu juga dengan halaman berikutnya.
Jilid II  diambilkan dari materi SMP, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang  dari jilid1, dan ditambah 10 gambar tokoh wayang yang baru. Tambahan tokoh wayang tersebut adalah pandhu dewanata, dewi kunthi, sengkuni, antareja, antasena, dan tokoh dari cerita Ramayana, yaitu anoman, rama, sinta, lesmana dan dasamuka. Untuk perincian metode, sama dengan jilid 1 yang menghafalkan tokoh wayang  Secara bertahap dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya.
Sedangkan jilid III diambilkan dari materi SMA/SMK, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang  dari jilid 1,2 dan ditambah tokoh wayang yang berjumlah 10 yaitu Bathara guru, Niwacakawaca, citraksa, citraksi, Narada, Kamajaya, Kamaratih, Batara kala, Ganesya, Dewaruci.



Lampiran 3
Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama
Lampiran 4
Peta Lokasi Mitra


Ket: Jarak lokasi mitra dengan Kampus berjarak ±2,5 Km

Tidak ada komentar:

Posting Komentar