A. JUDUL
Menghafal Tokoh Wayang Kulit dengan metode “Tebak Gambar Pengulangan
Bertingkat”.
B. LATARBELAKANG MASALAH
Dalam Surat
Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 895.5/01/2005 dinyatakan kurikulum mata
pelajaran bahasa Jawa wajib dilaksanakan disemua jenjang sekolah di Provinsi
Jawa Tengah mulai tahun ajaran 2005/2006 untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB dan
SMA/ SMK/MA/SMALB baik sekolah negeri maupun swasta. Kurikulum tersebut
ditetapkan dan diberlakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Jawa
Tengah, terutama dalam upaya penanaman nilai-nilai budi pekerti dan sebagai
salah satu cara pelestarian dan pembinaan budaya bangsa, salah satunya bahasa
Jawa. (Penyebar Semangat :2006).
Berkaitan dengan
hal tersebut, saat ini banyak ditemui siswa yang merasa kesulitan belajar
bahasa Jawa, , terutama dalam sub Standar kompetensi “apresiasi susastra Jawa” dengan kompetensi dasar “mengenal tokoh dalam cerita wayang”.
Terlebih untuk
beberapa sekolah yang terletak di daerah perkotaan. Berdasar hasil data yang
kami kumpulkan disalah satu sekolah dasar di tengah-tengah ibu kota Kabupaten
Sukoharjo, yang tepatnya di SD Negeri 02 Jombor, kelurahan Jombor, kecamatan
Bendosari, kabupaten Sukoharjo ditemukan,
nilai rata-rata mata pelajaran bahasa Jawa adalah sebagai berikut: kelas
I:6,5 ; kelas II:6,8 ; kelas III: 6,8 ;kelas IV: 6,8 ; kelas V: 6,5 dan kelas
V:6,5. Nilai tersebut salah satunya didukung oleh sub mata pelajaran tokoh wayang,
Pada tahun 2003 wayang kulit diakui
oleh badan dunia UNESCO sebagai “mahakarya seni tradisi lisan dan peninggalan
budaya kemanusiaan yang adiluhung” dan dimasukkan dalam daftar Warisan Kebudayaan
Dunia.
Dalam sub materi mengenal tokoh wayang, siswa sangat sulit menerima dan mampu menghafal beberapa tokoh wayang, ini sangat
dirasakan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran. Banyak faktor yang
mempengaruhi kesulitan siswa dalam mempelajari tokoh wayang, diantaranya adalah
metode pembelajaran tentang gambar tokoh wayang yang diterapkan oleh guru kelas
atau guru mata pelajaran bahasa Jawa sekarang ini hanya fokus kepada
pengetahuan siswa (sekedar untuk tahu saja). padahal dalam belajar memahami tokoh wayang
perlu adanya proses belajar khusus dan terprogram. Bila keadaan seperti ini
tetap dibiarkan begitu saja, maka akan mempengaruhi nilai pada pelajaran bahasa
jawa, karena Keberadaan tokoh wayang itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari
pelajaran bahasa jawa. Dan hal tersebut sangat disayangkan bahwa generasi orang
Jawa yang seharusnya menjadi tumpuan untuk pelestarian dan pembinaan budayanya
sendiri, tetapi fakta kondisi yang
terjadi sangatlah memprihatinkan.
Berdasarkan data di
atas jelas sekali bahwa nilai rata-rata bisa dikatakan sangat memprihatinkan
karena SD tersebut terletak di salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah
yang berdekatan dengan Kraton Surakarta sebagai pusatnya budaya Jawa. Hal
tersebut sangat disayangkan bahwa generasi orang Jawa yang seharusnya menjadi
tumpuan untuk pelestarian dan pembinaan budayanya sendiri malah sangat
memprihatinkan, dan generasi-generasi Jawa cenderung bersemangat untuk belajar
budaya-budaya asing dan hal tersebut harus segera dicari
solusinya demi lestarinya budaya
bangsa.
Atas dasar itu
perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan masalah tersebut berupa
pemanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Maka solusinya melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis dan
sederhana untuk diterapkan pada anak-anak, yaitu dengan menghafal secara berulang dan bertahap
dengan bentuk tingkatan jilid yang dimulai dari yang termudah. Bila siswa dapat menghafal
nama-nama tokoh wayang dengan mudah, maka akan bisa diprediksikan bahwa nilai
pada pelajaran bahasa jawa juga akan meningkat.
C. PERUMUSAN MASALAH
Yang menjadi permasalahan dalam kegiatan ini adalah
mengatasi kesulitan belajar menghafal tokoh wayang kulit pada peserta didik
tersebut. Maka dari itu perlu dimunculkannya metode
baru dalam proses belajar menghafal tokoh wayang yaitu melalui sebuah proses pembelajaran yang praktis
dan sederhana untuk diterapkan pada anak-anak, yaitu dengan menghafal secara berulang dan bertahap dengan bentuk
tingkatan jilid yang dimulai dari yang termudah yang akan diberikan
kepada siswa SD Negeri 02 Jombor kelas 4
dan 5.
D. TUJUAN
kegiatan PKM-M ini memiliki tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran bahasa Jawa
melalui peningkatan nilai pada sub materi
“ mengenal tokoh dalam
cerita wayang kulit”. Yang
didukung dengan adanya buku Cara Praktis Menghafal
Tokoh Wayang Kulit dengan
metode “Tebak Gambar Pengulangan Bertingkat”.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dalam kegiatan
ini yaitu
1.
Penerbitan buku panduan Cara Praktis Menghafal Tokoh Wayang Kulit dengan metode “Tebak
Gambar Pengulangan Bertingkat”. yang terdiri dari 3
jilid.
2.
Sertifikat bagi peserta yang
telah lulus mengikuti bimbingan.
3.
Piagam penghargaan bagi peserta
yang mendapatkan nilai tertinggi.
F. KEGUNAAN
Kegunaan dari kegiatan PKM-M ini adalah :
1.
Siswa lebih
mudah mempelajari tokoh wayang kulit tanpa harus merasa kesulitan.
2.
Dapat menjadi
agen perantara dalam pengajaran kepada orang disekelilingnya.
3.
Dapat bermanfaat
apabila menyaksikan pertunjukan wayang kulit
atau berkunjung pada situs-situs Jawa kuno seperti Kraton Jawa.
4.
Ikut
berpartisipasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bahasa jawa sesuai
dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 895.5/01/2005.
5.
Sebagai salah
satu bentuk upaya pelestarian dan pembinaan budaya bangsa salah satunya wayang
kulit yang sudah diakui oleh UNESCO.
G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
1.
Kondisi Masyarakat Sasaran
SD Negeri 02 Jombor yang terletak di
tengah-tengah kabupaten Sukoharjo tepatnya di kelurahan Jombor kecamatan
Bendosari kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sekolahan yang harus menerima
keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 859.5/01/2005 untuk memasukan mata pelajaran
bahasa Jawa sebagai mata pelajaran wajib( tidak disebut lagi muatan lokal) di
SD tersebut.
SD Negeri 02 Jombor mempunyai jumlah
siswa sebanyak 107 siswa, dengan perincian, kelas I sebanyak 18 siswa, kelas II
sebanyak 20 siswa, kelas III sebanyak 19 siswa, kelas IV sebanyak 20 siswa, kelas
V sebanyak 17 siswa dan kelas VI sebanyak 13, dengan guru yang berjumlah 12. Berdasar hasil data yang kami kumpulkan disalah
nilai rata-rata mata pelajaran bahasa Jawa adalah sebagai berikut: kelas I:6,5
; kelas II:6,8 ; kelas III: 6,8 ;kelas IV: 6,8 ; kelas V: 6,5 dan kelas V:6,5.
Nilai tersebut salah satunya didukung oleh sub mata pelajaran aksara Jawa.
Banyak faktor yang
mempengaruhi kesulitan siswa dalam mempelajari tokoh
wayang kulit, diantaranya: metode
pembelajaran tokoh wayang kulit,yang diterapkan oleh guru mata pelajaran bahasa
Jawa sekarang ini hanya fokus kepada pengetahuan siswa (sekedar tahu saja),
jadi siswa tidak diharuskan mendalami tokoh wayang
kulit tersebut secara khusus, padahal
dalam belajar tokoh wayang kulit perlu adanya proses belajar khusus dan terprogram.
Disamping itu faktor lain yang mempengaruhi kesulitan mempelajari aksara Jawa
ialah waktu yang digunakan untuk mengajar sangat pendek dengan materi yang
banyak.
2. Solusi yang ditawarkan
Atas dasar
permasalahan diatas perlu adanya suatu gagasan untuk membantu memecahkan
masalah tersebut, yakni melalui sebuah proses pembelajaran wayang kulit,yang praktis
dan mudah untuk diterapkan pada anak-anak, karena anak-anak dirasa lebih mudah
untuk diberikan pembelajaran-pembelajaran tersebut, seperti halnya belajar
iqro’ dalam huruf Arab, yaitu dengan menghafal secara bertahap dengan bentuk
tingkatan jilid.
Pembelajaran wayang kulit tersebut
menggunakan tingkatan sebanyak 3 jilid. Adapun pada jilid I, diambilkan dari materi SD, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari
cerita mahabarata yang berjumlah 13 gambar. tokoh wayang tersebut adalah punakawan (semar,gareng
petruk, bagong), pandawa 5 (puntadewa, Werkudara, janaka, nakula, sadewa),
gathutkaca, kresna, dan tokoh kurawa (duryudana, karna). Sebagai contoh untuk halaman pertama hanya memuat
2 gambar tokoh wayang saja, yaitu semar
dan gareng. Dengan perincian
sebagai berikut; semar-gareng_Semar-gareng-semar_gareng-semar-gareng_semar-gareng-gareng_gareng-semar
semar_ semar-gareng_semar-gareng.Untuk halaman berikutnya ditambahkan 1 gambar tokoh wayang dengan
mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya,
begitu juga dengan halaman berikutnya.
Jilid II diambilkan dari materi SMP,
menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari jilid1, dan ditambah 10
gambar tokoh wayang yang baru. Tambahan tokoh wayang tersebut adalah pandhu
dewanata, dewi kunthi, sengkuni, antareja, antasena, dan tokoh dari cerita
Ramayana, yaitu anoman, rama, sinta, lesmana dan dasamuka. Untuk perincian
metode, sama dengan jilid 1 yang menghafalkan tokoh wayang Secara
bertahap dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya.
Sedangkan jilid III diambilkan dari
materi SMA/SMK, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari jilid 1,2 dan
ditambah tokoh wayang yang berjumlah 10 yaitu Bathara guru, Niwacakawaca,
citraksa, citraksi, Narada, Kamajaya, Kamaratih, Batara kala, Ganesya,
Dewaruci. (Gambar dapat dilihat di lampiran).
H. METODE PELAKSANAAN
A. Alur
pelaksanaan kegiatan
I. JADWAL KEGIATAN
B.
Skenario proses
pembelajaran bimbingan
|
No
|
Kegiatan
|
Kegiatan tutor
|
Metode
|
waktu
|
|
1
|
Pra pembelajaran
|
Mengabsen
siswa
|
|
5 menit
|
|
2
|
Pembukaan
|
Menyampaikan tujuan bimbingan
|
Ceramah
|
10 menit
|
|
3
|
Kegiatan
inti
|
Membimbing siswa secara bertahap dalam menghafal
tokoh wayang.
|
Menebak
gambar dalam buku panduan,
|
50 menit
|
|
4
|
Evaluasi
|
Memberikan
tes kepada siswa.
|
Tes tebak
gambar wayang
|
15 menit
|
|
5
|
Penutup
|
Memberikan
motivasi dan nasehat
|
Ceramah
|
10 menit
|
J. JADWAL KEGIATAN
Adapun jadwal kegiatan program
bimbingan dapat dilihat dalam diagram Bar-Chart dibawah ini:
|
Kegiatan
|
Bulan ke
|
|||||||||||||||||||
|
Bulan 1
|
Bulan 2
|
Bulan 3
|
Bulan 4
|
Bulan 5
|
||||||||||||||||
|
1.
Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
Pelaksanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Pelaksanaan Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
b.Evaluasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Penyusunan Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
Seminar
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
Penggandaan dan Pengiriman Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
K.
RANCANGAN BIAYA
1.
Bahan Habis Pakai
|
No
|
Jenis Kebutuhan
|
Banyak
|
Harga Satuan
|
Jumlah
|
|
1
|
Konsumsi :
|
|
|
|
|
- siswa
- tutor
- pihak sekolah
|
50 orang x 24 pertemuan
|
@ Rp. 3.500,00
|
Rp. 4.200.000,00
|
|
|
2
|
Foto copy dan jilid modul :
|
50 eksemplar
|
@ Rp. 27.000,00
|
Rp. 1.350.000,00
|
|
4
|
Cetak buku/modul
|
120 halaman
|
@ Rp. 750,00
|
Rp. 90.000,00
|
|
5
|
warnet
|
3 tutor
|
@ Rp. 40.000,00
|
Rp. 120.000,00
|
|
6
|
ATK :
|
|
|
|
|
- Buku tulis
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 3.000,00
|
Rp 111.000,00
|
|
|
|
- Bolpen
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 2.000,00
|
Rp 74.000,00
|
|
|
- Pensil
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 1.500,00
|
Rp 55.500,00
|
|
|
- Penghapus
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 1.000,00
|
Rp 37.000,00
|
|
|
- Serutan pensil
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 1.500,00
|
Rp 55.500,00
|
|
|
- White Board
|
3 buah
|
@Rp 250.000,00
|
Rp 750.000,00
|
|
|
- Spidol
|
12 buah
|
@Rp 7.500,00
|
Rp 90.000,00
|
|
|
- Penghapus
|
3 buah
|
@Rp 7.500,00
|
Rp 22.500,00
|
|
7
|
Pembuatan surat keterangan
belajar(sertifikat kelulusan)
|
@1buah x37siswa
|
@Rp 10.000,00
|
Rp 370.000,00
|
|
Jumlah
|
Rp. 7.325.500,00
|
|||
2.
Peralatan Penunjang
PKM-M
|
Jenis Kebutuhan
|
Banyak
|
Harga Satuan
|
Jumlah
|
|
Sewa
kamera
|
|
|
Rp
200.000,00
|
|
Jumlah
|
Rp
200.000,00
|
||
3.
Perjalanan
|
Macam perjalanan
|
Keperluan
|
Jumlah orang
|
Satuan
|
Harga satuan
|
Jumlah harga
|
|
Lokal Sukoharjo
|
Persiapan
|
3 orang
|
3 kali
|
Rp15.000,00
|
Rp 135.000,00
|
|
Pelaksanaan bimbingan
|
3 orang
|
24 kali
|
Rp15.000,00
|
Rp 1.080.000,00
|
|
|
Jumlah
|
Rp
1.215.000,00
|
||||
4.
Lain-Lain
|
No
|
Jenis kegiatan
|
Satuan
|
Harga satuan
|
Jumlah harga
|
|
1
|
Pembuatan laporan
|
15 eksemplar
|
Rp 25.000,00
|
Rp 375.000,00
|
|
2
|
Rapat/diskusi
|
5 kali
|
Rp 30.000,00
|
Rp 150.000,00
|
|
3
|
Seminar
|
1 kali
|
|
Rp 250.000,00
|
|
4
|
Publikasi
|
1 judul
|
Rp 200.000,00
|
Rp 200.000,00
|
|
Jumlah
|
Rp
975.000,00
|
|||
Rekapitulasi Rincian Biaya Penelitian:
1. Bahan Habis pakai Rp. 7.325.500,00
2.
Peralatan Penunjang PKM-M Rp 200.000,00
3. Perjalanan Rp.
1.215.000,00
4. Lain-lain Rp. 975.000,00
+
Total Rp. 9.715.000,00
Total biaya yaitu Sembilan juta tujuh ratus lima belas ribu lima ratus rupiah.
L. Lampiran 1
BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK
2) BIODATA DOSEN PENDAMPING
3) LAIN-LAIN
Lampiran 2
Gambaran Teknologi yang diterapkan
Pembelajaran wayang kulit ini
menggunakan tingkatan sebanyak 3 jilid. Adapun pada jilid I, diambilkan dari materi SD, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari
cerita mahabarata yang berjumlah 13 gambar. tokoh wayang tersebut adalah punakawan (semar,gareng
petruk, bagong), pandawa 5 (puntadewa, Werkudara, janaka, nakula, sadewa),
gathutkaca, kresna, dan tokoh kurawa (duryudana, karna). Sebagai contoh untuk halaman pertama hanya memuat
2 gambar tokoh wayang saja, yaitu semar
dan gareng. Dengan perincian
sebagai berikut; semar-gareng_Semar-gareng-semar_gareng-semar-gareng_ semar-gareng-gareng_gareng-semar-semar_semar-gareng_semar-gareng.Untuk halaman berikutnya
ditambahkan 1 gambar tokoh wayang dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya, begitu juga dengan halaman berikutnya.
Jilid II diambilkan dari materi SMP,
menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari jilid1, dan ditambah 10
gambar tokoh wayang yang baru. Tambahan tokoh wayang tersebut adalah pandhu
dewanata, dewi kunthi, sengkuni, antareja, antasena, dan tokoh dari cerita
Ramayana, yaitu anoman, rama, sinta, lesmana dan dasamuka. Untuk perincian
metode, sama dengan jilid 1 yang menghafalkan tokoh wayang Secara
bertahap dengan mengaitkan gambar yang sudah dipelajari pada halaman sebelumnya.
Sedangkan jilid III diambilkan dari
materi SMA/SMK, menerapkan pembelajaran gambar tokoh wayang dari jilid 1,2 dan
ditambah tokoh wayang yang berjumlah 10 yaitu Bathara guru, Niwacakawaca,
citraksa, citraksi, Narada, Kamajaya, Kamaratih, Batara kala, Ganesya,
Dewaruci.
Lampiran 3
Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama
Lampiran 4
Peta Lokasi Mitra
Ket: Jarak lokasi mitra dengan Kampus berjarak ±2,5 Km
Tidak ada komentar:
Posting Komentar